Materi 11: Risk & Procurement Management

Project Planning — Mengelola risiko & pengadaan barang/jasa proyek

📑 Daftar Isi

1. Pentingnya Risk Management 2. Jenis Risiko & Risk Utility 3. 6 Proses Risk Management 4. Planning Risk Management 5. Identifying Risks & Risk Register 6. Qualitative Risk Analysis 7. Quantitative Risk Analysis 8. Planning Risk Responses 9. Project Procurement Management 10. Tipe Kontrak 11. Bid Documents (RFP, RFQ, SOW) 12. Source Selection & Supplier Evaluation 13. Change Management 14. Ringkasan & Cara Menghafal 15. Contoh Soal & Pembahasan 16. Latihan Soal

⚠️ 1. Pentingnya Risk Management

Project Risk Management = seni dan ilmu mengidentifikasi, menganalisis, dan merespons risiko sepanjang hidup proyek demi mencapai tujuan proyek.

🎯 2. Jenis Risiko & Risk Utility

❌ Negative Risk (Threats)

Potensi masalah yang bisa menghambat keberhasilan proyek. Contoh: keterlambatan, pembengkakan biaya.

✅ Positive Risk (Opportunities)

Risiko yang menghasilkan hal baik. Contoh: selesai lebih cepat, biaya lebih murah dari perkiraan.

💡 Tujuan Risk Management: Minimize negative risks, maximize positive risks.

Risk Utility (Risk Tolerance)

TipePenjelasanCara Ingat
Risk-AverseMenghindari risiko. Kepuasan naik perlahan meski payoff besar. Lebih suka main aman."Averse = Avoid = Takut risiko"
Risk-SeekingToleransi tinggi. Makin besar taruhannya, makin puas. Suka tantangan."Seeking = Suka mencari risiko"
Risk-NeutralSeimbang antara risiko dan payoff."Neutral = Di tengah-tengah"

🔄 3. Enam Proses Risk Management

NoProsesPenjelasan Singkat
1Planning Risk ManagementMenentukan CARA pendekatan & perencanaan aktivitas risk management
2Identifying RisksMenentukan risiko APA yang mungkin mempengaruhi proyek & dokumentasikan
3Performing Qualitative Risk AnalysisMemprioritaskan risiko berdasarkan probability & impact (High/Medium/Low)
4Performing Quantitative Risk AnalysisMengestimasi ANGKA dampak risiko terhadap tujuan proyek
5Planning Risk ResponsesMenentukan TINDAKAN untuk menangani risiko
6Controlling RiskMemantau risiko, menjalankan response plan, identifikasi risiko baru
🧠 Hafalan: PIQPPC — Plan, Identify, Qualitative, Quantitative, Plan responses, Control

📋 4. Planning Risk Management

Output utama: Risk Management Plan — dokumen prosedur mengelola risiko sepanjang proyek.

Topik dalam Risk Management Plan:

  1. Methodology — Alat & teknik apa yang dipakai
  2. Roles & Responsibilities — Siapa bertanggung jawab apa
  3. Budget & Schedule — Dana & waktu untuk aktivitas risiko
  4. Risk Categories — Kategori risiko (market, financial, technology, people, structure)
  5. Risk Probability & Impact — Definisi High/Med/Low
  6. Revised Stakeholders' Tolerances — Toleransi risiko stakeholder
  7. Tracking — Cara memantau risiko
  8. Risk Documentation — Cara mendokumentasikan

Konsep Penting Terkait:

Risk Breakdown Structure (RBS)

Hierarki kategori risiko potensial. Mirip WBS tapi untuk mengidentifikasi dan mengkategorikan risiko.

🔍 5. Identifying Risks & Risk Register

Tools untuk Identifikasi Risiko:

🧠
Brainstorming
Kumpulkan ide spontan tanpa judgment
📋
Document Review
Review dokumen proyek yang ada
🎤
Interviewing
Wawancara orang berpengalaman
📊
SWOT Analysis
Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats

Risk Register — Dokumen UTAMA identifikasi risiko

Berisi daftar semua risiko yang teridentifikasi dan informasi terkait. Isi Risk Register:

KolomPenjelasan
ID NumberNomor identifikasi unik (misal R15, R21)
RankPeringkat prioritas risiko
NameNama risiko
DescriptionDeskripsi detail risiko
CategoryKategori (market, financial, technical, dll)
Root CauseAkar penyebab risiko
TriggersIndikator/gejala bahwa risiko akan terjadi
Potential ResponsesKemungkinan respons
Risk OwnerPenanggung jawab risiko
Probability & ImpactKemungkinan terjadi & dampaknya
StatusStatus terkini risiko

📊 6. Qualitative Risk Analysis

Memprioritaskan risiko sebagai High, Medium, atau Low berdasarkan dua dimensi:

Probability × Impact = Risk Priority

Probability/Impact Matrix

Matriks yang memetakan probabilitas di satu sisi dan dampak di sisi lain. Fokuskan perhatian pada risiko di area High-High terlebih dahulu.

Watch List

Daftar risiko yang prioritasnya rendah tapi tetap diidentifikasi sebagai potensi risiko. Perlu dipantau berkala.

🔢 7. Quantitative Risk Analysis

Estimasi NUMERIK dampak risiko. Sering dilakukan setelah qualitative analysis. Teknik utama:

  1. Decision Tree Analysis — Diagram keputusan bercabang dengan probabilitas dan nilai moneter
  2. Simulation (Monte Carlo) — Simulasi komputer ribuan skenario
  3. Sensitivity Analysis — Menganalisis variabel mana yang paling berpengaruh
⚠️ Banyak proyek HANYA melakukan qualitative analysis. Quantitative biasanya untuk proyek besar dan kompleks.

🛡️ 8. Planning Risk Responses

Strategi untuk NEGATIVE Risk (Threats):

StrategiPenjelasanContoh
EscalationRisiko di luar scope/wewenang PM → serahkan ke manajer lebih tinggiMasalah regulasi pemerintah → eskalasi ke CEO
AvoidanceMenghilangkan ancaman dengan menghapus penyebabnyaFitur berisiko tinggi → hapus dari scope
AcceptanceMenerima konsekuensi jika risiko terjadi"Kalau server down 1 jam, kita terima saja"
TransferenceMemindahkan tanggung jawab ke pihak ketigaBeli asuransi, outsource ke vendor
MitigationMengurangi dampak/probabilitas risikoTambah testing, pelatihan tim, backup system

Strategi untuk POSITIVE Risk (Opportunities):

StrategiPenjelasan
EscalationSama — eskalasi ke level lebih tinggi jika di luar scope
ExploitationPastikan peluang PASTI terjadi
SharingBagi kepemilikan peluang ke pihak lain
EnhancementPerbesar ukuran peluang dengan memaksimalkan driver-nya
AcceptanceTidak mengambil tindakan khusus
🧠 Cara Hafal:
Negatif: EAATM — "Escalate, Avoid, Accept, Transfer, Mitigate"
Positif: EESEA — "Escalate, Exploit, Share, Enhance, Accept"

Residual & Secondary Risks

🛒 9. Project Procurement Management

= Proses mendapatkan (acquiring/procuring) barang dan jasa untuk proyek dari LUAR organisasi.

💡 PM harus melakukan apa yang terbaik untuk proyek & organisasi — seringkali itu berarti membeli dari luar.

Make-or-Buy Decision

Organisasi memutuskan apakah lebih menguntungkan membuat sendiri (Make) atau membeli dari supplier (Buy).

Manfaat Outsourcing:

📄 10. Tipe-Tipe Kontrak

Tipe KontrakPenjelasanRisiko Buyer
Fixed-Price / Lump SumHarga total tetap untuk produk/jasa yang sudah jelas. Buyer risiko paling KECIL. Sub-tipe: FFP, FPIF, FP-EPA.🟢 Rendah
Cost-ReimbursableBayar biaya aktual (langsung + tidak langsung) + fee/profit. Buyer risiko BESAR. Sub-tipe: CPAF, CPFF, CPIF.🔴 Tinggi
Time & Material (T&M)Hybrid. Bayar per jam + biaya material. Cocok kalau scope tidak jelas.🟡 Sedang
IDIQIndefinite Delivery Indefinite Quantity — jumlah & waktu tidak pasti tapi ada batas atas-bawah.🟡 Sedang
🧠 Ingat: Fixed-Price = Buyer AMAN (risiko di seller). Cost-Reimbursable = Buyer TANGGUNG risiko.

📨 11. Bid Documents: RFP, RFQ, SOW

DokumenNama PanjangFungsi
RFPRequest for ProposalMinta PROPOSAL dari calon seller (ada banyak pendekatan berbeda yang mungkin)
RFQRequest for QuoteMinta HARGA dari calon supplier (produk/jasa sudah jelas definisinya)
SOWProcurement Statement of WorkDeskripsi detail barang/jasa yang dibeli. Disertakan bersama RFP.
⚠️ Soal sering keluar: RFQ digunakan untuk meminta penawaran HARGA (quote/bid), bukan proposal!

🏆 12. Source Selection & Supplier Evaluation

Supplier Evaluation Matrix

= Tipe Weighted Scoring Model untuk mengevaluasi seller secara objektif.

Best and Final Offer (BAFO) — Seller di shortlist diminta submit penawaran terbaik & final mereka.

🔄 13. Change Management

Change Control

Fokus pada mengelola perubahan terhadap tujuan proyek (scope, time, cost).

Change Management

Fokus pada dampak proyek terhadap orang-orang dalam organisasi.

5 Langkah Change Management (PMI Practice Guide):

  1. Formulate — Buat alasan perubahan agar orang paham kenapa future state lebih baik
  2. Plan — Identifikasi aktivitas untuk mempersiapkan orang
  3. Implement — Tunjukkan manfaat dan buat perbaikan yang diperlukan
  4. Manage Transition — Tangani aktivitas setelah future state tercapai
  5. Sustain — Pastikan kapabilitas baru tetap berlanjut
🧠 Model lain: ADKAR, Kotter's 8-Step, Virginia Satir, Bridges Transition Model

🧠 14. Ringkasan & Cara Menghafal

📌 POIN KUNCI:

  1. Risk = uncertainty yang bisa negatif ATAU positif
  2. Risk-seeking punya toleransi tinggi, risk-averse menghindari risiko
  3. 6 proses: Plan → Identify → Qualitative → Quantitative → Plan Response → Control
  4. Qualitative pakai Probability/Impact Matrix (High/Med/Low)
  5. Negative response: Escalation, Avoidance, Acceptance, Transference, Mitigation
  6. Positive response: Escalation, Exploitation, Sharing, Enhancement, Acceptance
  7. RFQ = minta HARGA, RFP = minta PROPOSAL
  8. Fixed-Price = buyer aman. Cost-Reimbursable = buyer tanggung risiko
  9. Weighted Scoring Model untuk evaluasi supplier

📖 15. Contoh Soal & Pembahasan

Soal: Apa bedanya Contingency Reserve vs Management Reserve?

Contingency Reserve = Dana untuk risiko yang SUDAH DIIDENTIFIKASI. Bagian dari cost baseline.

Management Reserve = Dana untuk risiko yang BELUM DIKETAHUI. BUKAN bagian cost baseline, TAPI bagian dari total budget.

Soal: Risk Mitigation vs Risk Avoidance?

Mitigation = Mengurangi dampak/probabilitas. Risiko masih ADA tapi efeknya diperkecil. Contoh: tambah server backup.

Avoidance = Menghilangkan risiko TOTAL dengan menghapus penyebabnya. Contoh: hapus fitur berbahaya dari scope.

🎯 16. Latihan Soal: Risk & Procurement

1. Mereka yang memiliki toleransi tinggi terhadap risiko dan kepuasannya meningkat ketika lebih banyak yang dipertaruhkan adalah...

Jawaban: C. Risk-seeking = toleransi tinggi, satisfaction meningkat saat payoff besar.

2. Proses menentukan risiko mana yang mungkin mempengaruhi proyek dan mendokumentasikan karakteristiknya adalah...

Jawaban: C. Identifying risks = determining which risks are likely to affect a project.

3. Dua dimensi untuk mengevaluasi risiko adalah...

Jawaban: A. Probability (kemungkinan terjadi) dan Impact (dampak jika terjadi).

4. Dokumen untuk meminta penawaran HARGA dari calon pemasok adalah...

Jawaban: B. RFQ = Request for Quote = minta harga/bid.

5. Teknik pemilihan seller/vendor menggunakan model skor berbobot adalah...

Jawaban: C. Supplier Evaluation Matrix = tipe Weighted Scoring Model.

6. Mengurangi dampak risiko dengan mengurangi probabilitas terjadinya termasuk strategi...

Jawaban: A. Mitigation = reducing the impact/probability of a risk event.

7. Tipe kontrak dengan risiko PALING KECIL bagi buyer adalah...

Jawaban: C. FFP (Firm Fixed Price) = least risk for buyer.

8. 'Supplier outsourcing seringkali menggunakan skala ekonomi untuk melayani banyak klien.' Ini merujuk pada manfaat outsourcing...

Jawaban: A. Economies of scale = reduce both fixed and recurrent costs.

9. Risiko BARU yang muncul sebagai AKIBAT dari implementasi respons risiko disebut...

Jawaban: B. Secondary risks = direct result of implementing a risk response.

10. Rencana cadangan yang diaktifkan JIKA contingency plan gagal (untuk risiko high-impact) adalah...

Jawaban: C. Fallback plans = backup jika contingency plan tidak efektif.

11. Change Management berbeda dengan Change Control karena Change Management fokus pada...

Jawaban: C. Change management = impact of projects on people. Change control = managing changes to project objectives.

12. Kontrak hybrid antara fixed-price dan cost-reimbursable yang sering dipakai untuk jasa konsultasi adalah...

Jawaban: C. T&M = hybrid, bayar per jam + material.

📚 Manajemen Proyek TI — Fasilkom UI | UAS Study Material